Ayambangkok jantan yang sering menang dalam aduan harganya usia tidak layak tanding ayam jantan di jadikan pacek buat meneruskan ketur PKN2rH. Kapan minimal usia pacek ayam bangkok? Pertanyaan tersebut mungkin cukup sering ditanyakan para peternak ayam petarung ini. Selain umur, peternak juga perlu mengetahui ciri ciri ayam pacek unggulan. Di kalangan peternak bangkok, pacek adalah istilah untuk ayam pejantan atau jago yang sudah siap dikawinkan. Minimal usia pacek ayam bangkok bervariasi. Namun pada umumnya ayam pacek sudah siap dikawinkan pada usia di atas 7 bulan. Saat usia tersebut, hormon reproduksi dari bangkok sudah matang. Patokan 7 bulan tersebut adalah usia pacek siap kawin paling minimal. Artinya, peternak bisa saja memilih pacek dengan usia 12 bulan atau lebih. Namun banyak penghobi bangkok percaya kalau usia terbaik pacek adalah maksimal 3 tahun atau 36 bulan. Selain usia, beberapa pertimbangan lain peternak bangkok dalam memilih pacek adalah apabila ayam bangkok sudah beberapa kali memenangi pertandingan. Seorang penghobi bangkok profesional pastinya akan bisa mengingat dengan mudah berapa kali ayam bertanding dan berapa kali peliharaannya itu bisa mengalahkan lawan-lawannya. Nah lantaran sudah terbukti juara dalam berbagai pertandingan, pejantan itu kemudian bisa saja dipensiunkan dari pertarungan untuk kemudian dijadikan indukan unggul. Itu sebabnya, ayam pacek unggulan kerap disebut dengan mantan “pendekar”. Dalam memilih pejantan pamacek, sebaiknya usia antara 1-3 tahun. Jangan terlalu tua, jangan pula terlalu muda, meski pada dasarnya semua ayam jantan sudah siap kawin di usia minimal 7 bulan. Dengan pacek unggulan, tentunya anakan ayam bangkok yang dihasilkan juga akan berkualitas super dan petarung handal sebagaimana indukannya. Ciri Ciri Ayam Pacek Jawara Nah berikut ini tips memilih indukan pacek yang berkualitas super Riwayat kemenangan Faktor penentu pacek unggulan adalah riwayat pertandingannya. Sudah sejak dulu, ayam bangkok yang kerap menjuarai pertandingan jadi buruan di kalangan para peternak, harganya pun tentu mahal. Berotot Ciri ciri ayam pacek jawara adalah posturnya yang berotot. Postur kuat dibutuhkan dalam pertahanan saat bertarung maupun kekuatan di kala menyerang. Badan yang berotot memungkinkan bangkok bisa memberikan pukulan berbobot dan tenaga kuda saat melawan musuhnya. Postur berotot ini tentunya bakal diturunkan pada anak keturunannya. Dada bidang Ayam pacek unggulan berciri khas badan bidang dengan jarak kaki yang agak lebar, memungkinkan ayam kokoh saat bertahan dengan posisi kuda-kudanya. Dada bagian tengahnya juga harus tampak bulat menonjol. Ekor naik ke atas Ekor yang naik ke atas saat siap bertarung menandakan kalau pejantan tersebut memiliki reflek yang bagus saat pertarungan. Gerakannya lincah dan tidak kenal takut pada lawannya. Bulu mengkilap Bulu mengkilap dan kering menandakan ayam dalam kondisi yang sehat dan prima. Bulu mengkilap juga indikator ayam tidak memiliki masalah gangguan pernapasan. Leher kuda Pilihlah pacek yang berleher kuda, artinya leher tidak terlalu panjang namun kekar berotot. Kelebihan leher kuda yakni bangkok petarung tidak mudah tumbang, serta serangannya yang cepat dan akurasi yang baik. Pipi berotot Pipi pada kepala ayam adalah bagian yang paling sering terkena pukulan selain jengger. Pipi yang tebal dan kokoh menandakan ayam memiliki pertahanan kuat. Selain itu, pipi tebal dan berotot juga pertanda bagian lain dari tubuh bangkok juga sama kuatnya. Paha pipih dan padat Semakin sering ayam bertarung dan berlatih, semakin keras pula bagian pahanya. Itu sebabnya, paha yang pipih menandakan ayam tersebut sudah sering berlatih dan bertarung. Tidak obesitas Ciri ciri ayam pacek yang unggul adalah tidak mengalami obesitas. Kegemukan akan membuat ayam kurang lincah dalam bertarung. Jangan pilih pacek ayam yang terlalu banyak lemak, terutama pada bagian leher. Tidak cacat Perhatikan dengan teliti bangkok yang akan dijadikan pacek. Jangan sampai ada kecacatan, terpenting perhatikan bagian anus, jika ada luka, ada kemungkinan ayam pernah terkena penyakit. Itulah informasi seputar minimal usia pacek ayam bangkok sekaligus ciri ciri ayam pacek berkualitas super untuk menghasilkan keturunan yang unggul. Meski minimal usia pacek ayam bangkok 7 bulan, namun umur ideal siap kawin untuk keturunan unggul adalah di atas 1 tahun. Simak artikel lainnya seputar ayam bangkok dalam tautan berikut ini 7 Daun Penambah Stamina Ayam Bangkok Cara Ternak Ayam Bangkok bagi Pemula Ayam bangkok sering kali digunakan sebagai pacek, hal tersebut karena ayam jenis bangkok memiliki keistimewaan tersendiri seperti tulangan yang besar, tubuh yang tinggi tegap, dan dikenal memiliki daya tahan yang kuat. Pengertian pacek Istilah pacek ini sering digunakan oleh para peternak ayam untuk menyebut ayam pejantan. Pacek atau pemacek ini merupakan aset berharga bagi seorang peternak, khususnya yang berkecimpung di bidang budidaya penetasan, ataupun pembesaran. Fungi utama pacek tersebut adalah untuk mengawini sejumlah indukan yang telah disediakan. Yang artinya bahwa baik dan buruknya keturunan atau DOC yang dihasilkan, salah satunya ditentukan oleh kualitas dari paceknya tersebut. Dalam pemilihan pacek yang potensial, ayam bangkok sering kali menjadi alternatif pilihan yang sering digunakan para peternak. Dengan menggunakan pacek jenis ayam bangkok ini, diharapan mampu meningkatkan hasil dan kualitas dari DOC. Kriteria ayam bangkok yang cocok sebagai pacek Meskipun ayam bangkok merupakan salah satu yang terbaik ketika digunakan sebagai pacek, namun dalam prakteknya tidak bisa sembarangan dalam memilih ayam bangkok tersebut. Terdapat kriteria khusus yang harus dimiliki oleh seekor ayam bangkok ketika akan digunakan sebagai pacek. antara lain sebagai berikut 1. Usia ayam minimal 1 tahun Umur seekor ayam bangkok yang akan digunakan sebagai pacek minimal harus sudah berusia 1 tahun. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kematangan dan kualitas sperma yang dihasilkan. Kualitas dari sperma ayam bangkok dengan umur minimal 1 tahun berdasarkan penelitian dapat menghasilkan keturunan yang sehat dan tidak rentan terhadap virus. 2. Kondisi sehat Jika anda ingin memiliki pacek yang berkualitas, maka pilihlah ayam bangkok yang benar-benar dalam kondisi sehat, termasuk harus dipastikan tidak pernah memiliki riwayat penyakit sejak kecil. Ciri-ciri umum ayam bangkok yang sehat dapat dilihat dari karakternya yang aktif, bulunya yang halus dan tidak kusam, suara kokoknya yang lantang, dan lain-lain 3. Postur tubuh tinggi besar Anakan adalah cerminan dari pacek yang digunakan, dengan kata lain apabila pacek yang digunakan memiliki postur yang bagus, maka anakan atau DOC yang kelak dihasilkan juga tentunya akan bagus juga. Jika anda menginginkan pacek dengan kriteria postur tubuh tinggi, tegap, tulangan rapat, dan besar maka memilih ayam bangkok sudahlah tepat. Sebab kriteria yang disebutkan tadi sangat identik dan dimiliki oleh ayam bangkok. Kriteria tersebut juga sebagai tanda bahwa ayam bangkok yang akan dijadikan pacek merupakan jenis bangkok yang masih ori. Selain kriteria diatas, ciri bangkok yang ori juga dapat diketahui dari suara kokoknya yang pendek. 4. Memiliki mental yang bagus Penting ketika memilih pacek, juga harus memilih ayam yang memiliki metal bagus. Hal ini karen selain Faktor tubuh yang akan menurun ke anakannya, sifat dan karakter pacek juga akan diturunkan kepada anakannya. Sehingga ketika menggunakan ayam bangkok sebagai pacek, pilihlah yang belum pernah memiliki riwayat lari atau keok dipertarungan. Selain itu pilihlah ayam bangkok yang menurut ketika dipegang, hal ini menandakan bahwa ayam bangkok tersebut memiliki mental yang bagus, tidak kagetan, dan tidak takut dengan keberadaan manusia. 5. Memiliki gelar juara Agar nantinya memiliki keturunan yang berkualitas, usahakan untuk menggunakan ayam bangkok yang sudah pernah menang. Dengan adanya gelar juara yang di sandang pacek, diharapkan kelak keturunannya juga dapat memiliki nasib yang baik juga seperti paceknya. Oleh karena itu, penting sekali menelusuri riwayat dari masa lalu ayam bangkok yang akan digunakan sebagai pacek. Bila perlu anda dapat mencari pacek yang berkualitas, dari penghobi ayam aduan, untuk memastikan riwayat dan jam terbang calon pacek. Tentunya untuk memboyong ayam bangkok juara ke kandang kita akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun harga yang tinggi tersebut akan terbayarkan oleh hasil anakan yang nantinya berhasil kita cetak. 6. Usahakan tidak cacat fisik Calon pacek diusahakan tidaklah cacat fisik, artinya ayam bangkok yang akan digunakan sebagai pacek kakinya tidak pincang, paruh tidak tumpul, dan mata tidak ada yang buta. Meskipun ayam bangkok pernah memiliki gelar juara, namun bila memiliki riwayat luka fatal alhasil akan ditakutkan kelak keturunannya juga akan mengalami nasib serupa. Apalagi bagi para penghobi ayam aduan, mitos tentang nasib yang menurun tersebut masih sering sebagai patokan. Selain itu, dengan kondisi pacek yang sehat fisik atau tidak cacat tersebut, tentunya akan mempernudah dalam proses perkawinan. 7. Mampu kawin dodokan Yang terakhir, penting sekali untuk memilih pacek yang mampu kawin dodokan. Selain lebih praktis ketika proses perkawinan, juga kita sebagai peternak dapat menjadwal ataupun menentukan waktu kapan pacek harus kawin. Dengan jadwal yang sedemikian rupa, sehingga diharapkan setiap indukan akan merata mendapat jatahnya. Tentunya ini akan sangat bermanfaat dan menghindari telur yang infertil tidak dapat menetas. Selain itu, pacek yang terbiasa kawin dodokan akan lebih sehat, karena tidak perlu dicampur langsung dengan betina atau indukan. Seperti kita ketahui, pacek yang dicampur dengan indukan umumnya kekurangan makan, akhirnya menjadi kurus. Kekurangan makan tersebut diakibatkan karena pacek umumnya akan memberikan semua makanan yang disediakan kepada betinanya, hal ini sebagai bagian dari cara ayam menunjukan kasih sayang terhadap pasangannya. 8. Memiliki katurangganMeskipun bukan suatu hal yang muthak harus dimiliki oleh pacek, apalagi mengingat ayam ber katuranggan termasuk jenis yang langka. Namun apabila pacek yang anda miliki adalah jenis ayam dengan katuranggan maka akan menjadi nilai plus terhadap hasil ternaknya, sekaligus menambah daya tarik konsumen kita ketahui, katuranggan merupakan bawaan lahir yang mayoritas diturunkan dari pacek ataupun indukannya. oleh sebab itu sangat perlu menggunakan pacek berkaturanggan agar keturunannya berkaturanggan juga. Kesimpulan Demikian tadi kriteria ayam bangkok yang bagus sebagai pacek, sangat dianjurkan untuk melakukan semua teknik pemilihan pacek sesuai kritria yang ditentukan di atas. Hal ini untuk memastikan keturunan dan anakan yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik. Selain dengan memilih pacek yang berkualitas, sangat penting juga memilih indukan atau betina yang berkualitas juga. Hal ini karena faktor genetik dari betina atau indukan juga akan memiliki pengaruh yang besar terhadap anakan atau DOC yang dihasilkan. 4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beternak Ayam Bangkok ayam bangkok biasanya sering dilakukan oleh kaum bapak. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, anak muda sekarang juga banyak yang memelihara hewan berkaki dua ini. Jangan salah, beternak ayam bangkok bisa dijadikan sebagai usaha yang cukup menjanjikan, ayam bangkok memang bukan suatu hal yang sulit, namun juga tak bisa dibilang mudah. Jika kalian ada newbie dalam dunia per-ayam bangkok-an, jangan takut untuk mencoba beternak hewan satu ini. Berikut 4 hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk beternak ayam bangkok.1 Memilih materiDalam beternak, pemilihan materi menjadi bahan dasar yang utama. Ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan dari pemilihan materi. Dalam beternak, memilih pacek dan biang harus teliti. Para peternak biasanya sudah memiliki kriteria masing-masing dalam memilih materi tersebut. Ada yang memilih pacek yang sudah jawara menang berkali-kali di kalangan, ada yang memilih pacek yang memiliki pola bertarung modern, dan ada pula yang memilih pacek impor. Untuk pemilihan biang, kalian bisa memilih dari segi pola bertarung, dari segi turunan, dan bisa pula dari segi produktivitas bertelur.2 Pemberian pakanPemberian pakan juga akan sangat berpengaruh bagi hasil ternakan. Tentu pemberian pakan dari usia habis menetas sampai menjadi ayam dewasa akan berbeda. Biasanya, ayam yang baru menetas sampai usia dua minggu hanya diberikan pakan berupa BR. Sementara itu, untuk ayam berusia 2 minggu sampai 1 bulan akan diberi pakan berupa BR yang dicampur dengan AD 591. Sedangkan, untuk ayam yang sudah mulai dewasa biasanya diberi pakan berupa beras merah dan jagung untuk pembentukan tubuh, dst.3 PemisahanPemisahan yang dimaksud di sini adalah bagaimana ayam itu dipisah dari umur yang sudah ditentukan. Tentu ayam bangkok ini memiliki darah petarung yang diturunkan oleh indukan. Maka, jika mengkoloni ayam, tentu akan ada yang kalah. Untuk beternak ayam ini, tentu kita harus mempersiapkan lahan yang cukup serta kurungan. Kemudian pada usia 5 bulan, sebaiknya ayam sudah dipisahkan dalam box masing-masing agar bulu dan ayam bertumbuh dengan baik.4 PemasaranPemasaran adalah langkah terakhir yang harus dikuasai oleh peternak ayam bangkok. Jangan sampai kita bisa menghasilkan ayam bangkok dengan kualitas bagus, tapi tidak bisa menjualnya. Beberapa peternak berpendapat bahwa untuk bisa menjual ayam dengan harga mahal harus punya nama dulu di kalangan agaknya itu bukan suatu pendapat yang mutlak. Bisa jadi memiliki relasi dengan sesama penghobi ayam bangkok dapat melancarkan jual-beli hasil ternak. Saat ini juga sudah banyak grup online terkait jual-beli ayam bangkok, ada pula jual-beli di keempat hal di atas bisa dikatakan modal awal yang harus dimiliki oleh peternak ayam bangkok. Jangan sampai menyepelekan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa menyebabkan hal yang fatal. Dan tentu jangan lupa untuk memberikan vaksin kepada ayam peliharaan kalian dalam jangka waktu yang telah ditentukan agar ayam juga tumbuh dengan sehat. Lalu, usahakan kandang selalu dibersihkan minimal satu minggu sekali. Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang pengin mencoba terjun dalam dunia ternak ayam Yogi Dwi Pradana Editor Intan EkapratiwiTerminal Mojok merupakan platform User Generated Content UGC untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh Intan Ekapratiwi Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Sedang berada di pojok ruang memikirkan masa depan.